Di musim kemarau yang cukup panjang seperti ini jika kita melakukan perjalanan di Kabupaten Wonogiri maka akan melihat adanya perubahan pemandangan di wilayah Paranggupito dan sekitarnya. Perubahan pemandangan ini nampak karena sebagian wilayah ini bergeografis pegunungan jati, pepohonan dan semak, yang biasanya nampak hijau tanpa kelihatan berbatu, maka saat ini akan terjadi pemandangan dengan pegunungan mengering, semak belukar mati dan kelihatan bebatuannya. Pohon pohon jati banyak meranggas sehingga kelihatan hanya pohon saja.
Paranggupito adalah salah satu kecamatan langganan kekeringan di Wonogiri setiap musim kemarau datang. Kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksikan disertai kemarau yang cukup panjang menggugah kita untuk terus berbagi pada yang membutuhkan.Bantuan 50 tangki air bersih kami kirimkan untuk 500 KK di daerah kekurangan air di Kecamatan Paraggupito Wonogiri yang mana untuk tahap awal sudah kami salurkan sebanyak 10 tangki di Desa Gendayakan sedang sisanya akan disalurkan pada pekan berikutnya di desa-desa lainnya. Kamis Sore 13 Oktober 2011 bantuan 10 tangki air bersih kepada warga desa Gendayaan diterima langsung oleh Kepala Desa Gendayaan yang kemudian langsung disalurkan kepada warga masyarakat. Menurut Bapak Sriyanto selaku Kepala Desa Gendayaan bantuan air ini sangat membantu kebutuhan air warga yang selama ini hanya mengandalkan air tadah hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Selama Musim kemarau warga sangat kesulitan mendapat air bersih, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga hanya mengandalkan suplai dan bantuan yang dikirim ke warga dari tangki-tangki yang air biasanya diambil di wilayah Pracimantoro, Gunturharjo, maupun Giritontro.