

![]() |
![]() |

BETER, Beasiswa Terpadu
Bertemu dengan sosok sederhana yang tabah dan kuat dalam hidup, pasti akan memberikan kesan tersendiri. Apalagi jika mendengar keseharian dan perjuangannya dalam menapaki kehidupan ini. itulah Indah Lestari, seorang anggota Better yang yatim sejak ia belum dilahirkan.
Tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayah tercinta, sudah menjadi hal biasa bagi dia. Tidak hanya itu, ternyata Alloh mempunyai rencana lain. Ketabahan dan keikhlasan Indah diuji dengan kondisi ibunya yang tuna wicara. Di tambah lagi kondisi sang nenek yang tidak bisa melihat (tuna netra) dari remaja membuat dia harus ekstra dalam segala hal. SubhanAllah...luar biasa memang.
Meskipun baru SMP kelas 2, Indah tidak lantas putus asa. Ia tetap optimis dan yakin bahwa Alloh akan menolongnya. Salah satunya adalah beasiswa terpadu ini. Ia menjadi anggota Better sejak usianya sekitar 12 tahun atau ketika indah kelas 6. Alhamdulillah mbak...dapat membantu untuk membeli keperluan sekolah kata indah di sela-sela ceritanya.
Anak tunggal kelahiran Surakarta, 27 September 1997 ini, mempunyai segudang aktivitas. TPA, ekstra Tilawatil qur’an dan PMR, serta job ngelesi ia lakoni. Bahkan, membantu pekerjaan orang tua sebagai buruh “bubutan” (kain pantai yang ujung kain diambil benangnya yang berfungsi sebagai hiasan) ia kerjakan. Walaupun begitu, prestasi tetap ia peroleh. Ketika ia masih duduk di bangku kelas satu peringkat 2 ia kantongi. Tidak hanya itu, juara III lomba mengarang TPA se-Joyontakan ia dapatkan. Karena prestasi itulah, kenapa Indah dipercaya sebagai guru les oleh tetangga di sekitarnya. Ngelesi dikerjakannya setelah pulang sekolah. Sekitar pukul 14.00 s/d 15.00. Senang, bangga, dan jengkel itulah yang dirasakan Indah pada saat ngelesi. Senang karena peserta didiknya memperoleh prestasi yang baik. Jengkel, ketika peserta didik tidak mengikuti intruksinya.
Remaja yang senang dengan pelajaran matematika dan bahasa jawa ini, memang cocok banget jika jadi tentor. Apalagi didukung dengan hobbinya yang suka membaca dan buat tulisan. Wis...pokoknya sesuatu banget deh...Namun demikian ia tetap rendah hati dan tidak sombong. Karena indah sadar, ia hanya manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan. Toh...yang memberikan kita ilmu adalah Yang Maha Pemilik Ilmu, Alloh Azza Wa Jalla. Yang penting, kita sebagai hamba-Nya mengunakan amanah tersebut sesuai jalur yang benar. Syar’i tapi tidak “disyar’i-kan”.
Semoga kita semua dimudahkan untuk terus beramal kebaikan. Jangan karena “keterbatasan”, kita enggan melakukannya. Memang, hidup tidak selalu lurus dan indah, namun hal inilah yang justru mendidik kita menjadi pribadi yang ikhlas dan sabar. iNGAT, sesungguhnya dibalik kesulitan ada dua kemudahan. Kemudahan untuk selalu dekat dengan Alloh dan kemudahan dibebaskan dari kesulitan yang melanda. Yuk... fastabiqul khoirot.
Profil Singkat:
Nama : Indah Lestari
TTl : 27 September’ 97
Alamat : Joyontakan, Rt 02/ Rw 02, Serengan, Surakarta
Sekolah : SMP N 6 Surakarta
Cita-cita : Guru
Nama ibu / pekerjaan : Sukarni / buruh
Nama nenek : Satinem






![]() | Hari ini | 26 |
![]() | Kemarin | 230 |
![]() | Pekan ini | 1022 |
![]() | Pekan kemarin | 1730 |
![]() | Bulan ini | 5421 |
![]() | Bulan kemarin | 6603 |
![]() | Total | 77961 |

Copyright © 2011 by LAZIS JATENG. All Right Reserved
Designed by Azzam Teramedia
