

![]() |
![]() |
![]() |
Lazis Al-Ihsan mengajak saudara sekalian yang minat dalam aktivitas sosial untuk bergabung bers...
Hujan yang tak kunjung berhenti sejak Ahad sore (1/1) kota Surakarta dan sekitarnya, membuat air sun...
LAZiS Jateng kembali siaga. Minggu 18 Desember 2011 sekitar jam 20.00 WIB LAZiS Jateng cabang Won...
Saat ini pembangunan Pesantren Aitam Indonesia masih berlangsung. Di dalam pesantren nanti terd...
Pada Hari Sabtu, 10 Desember 2011, hampir semua pengurus harian Lazis Jateng Solo Raya turut membant...

Minggu Pagi, 25 Juli 2010 Rumah Baca Benih Cendekia mulai ramai sejak pukul 07.30 pagi. Anak-anak dengan penuh semangat datang membawa bahan yang ditentukan panitia : kertas warna-warni, spidol, dan koran bekas. Sedangkan panitia sibuk menyiapkan cat dari tepung kanji, balon, dan tempat bergelar tikar di halaman rumah baca yang memang selalu menutup jalan saat punya gawe.
Ya, hari itu Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) ‘BENIH’ yang merupakan komunitas yang menanungi Rumah Baca dan Rumah Karya Benih Cendekia mengadakan rangkaian Hari Anak dan –kebetulan- di hari yang sama ada Gerakan NO TV Day ( Sehari Tanpa Televisi). Memang gerakan tersebut mungkin belum populer dan belum banyak yang mengetahui, tapi bagus juga mulai diperkenalkan. Bahwa menonton TV mengurangi hak bermain dan berkreasi anak-anak kita.
Acara bertajuk “ Aku Bermain, Aku Belajar, Aku Berkarya!” diawali dengan pembukaan oleh Direktur KPPA BENIh, Robi’ah Al- Adawiyah, SH kemudian dilanjutnya dengan sambutan perwakilan sponsor dari LAZIS Solo. Selanjutnya acara inti berupa kreasi barang disekitar kita dimulai. Dipimpin oleh Kak Ihsan Yudya, SS yang merupakan koordinator Divisi Rumah Baca & Rumah Karya Benih Cendekia , mulailah anak-anak meryobek kertas, menempel kertas berlapis-lapis pada balon tiup, mengecat, mengeringkannya dan membuatnya jadi topeng sederhana. Tak mau kalah dengan anak-anak mereka, para ibu ada yang mengantar dan ‘menikmati’ juga membantu ptra-putri mereka menempel kertas-kertas koran.
Sambil menunggu kering, anak-anak berusia SD itu menikmati susu segar dan snack yang disediakan oleh panitia. Acara yang disponsori Bank Muamalat Cabang Solo dan LAZIS Jateng Cabang Solo ini diikuti sekitar 70 an anak disekitar Kampung Sawahan Sangkrah Pasarkliwon Solo.
“Acara ini merupakan kegiatan Hari Anak dengan mengajak anak-anak bermain dan berkreasi dengan bahan-bahan sederhana. Sekaligus sosialisasi kegiatan rutin kami di tahun ajaran baru. Kegiatan pendampingan belajar gratis untuk kelas 4, 5, 6 SD dan program klub hobi untuk remaja sera Sekolah Ibu Mengasuh Anak menjadi andalan kami. Pembinaan yang holistik (anak dan aorangtua) kami harap menjadi upaya bermanfaat untuk mencerdaskan masyarakat. Pada tahun ini kami bekerja sama dengan LAZIS Solo untuk program pendampingan belajar” penjelasan dari Direktur KPPA BENIH, Robi’ah Al-Adawiyah, SH

Kegiatan setengah hari itupun ditutup dengan pengumuman lomba menghias topeng. Anak-anak pulang dengan membawa topeng mereka masing-masing. Ternyata, mereka begitu sabar dan penuh semangat. Ya, sebab sesungguhnya bagi mereka bermain adalah belajar dan berkarya bisa menjadi perpaduan keduanya!
Solo, 25 Juli 2010
Direktur KPPA BENIH
Robi’ah Al- Adawiyah, SH
Program Pemberdayaan:

| Lebih Adil tentang Zakat |
Zakat di negara kita masih diperlakukan secara tidak adil, baik oleh pemerintah dengan sistem perundang-undangannya maupun oleh individu muslim. Dalam konteks perundang-undangan, zakat masih ditempatkan pada posisi 'anjuran' dengan sistem self assesment dimana muzakki (pembayar zakat) diberikan keluasan untuk menghitung zakat sendiri, menyerahkannya ke amil manapun, atau bahkan mendistribusikannya sendiri sesuai dengan tingkat kedekatannya dengan para mustahiq (penerima zakat). Produk hukum lainnya yang 'seolah' berpihak pada zakat adalah pengurangan penghasilan kena pajak dari pembayaran zakat itu sendiri.Bukan pengurangan 'pajaknya', tapi baru sekedar pengurangan penghasilan kena pajaknya. Untuk lebih lengkap soal permasalahan pengurangan pajak ini bisa lihat disini. Selain semua itu, pemerintah juga baru 'sekedar' mensosialisasikan kewajiban zakat serta memfasilitasi penyaluran dan penerimaan zakat dengan mendirikan Badan Amil Zakat (BAZ), baik di tingkat nasional maupun di daerah-daerah. |






![]() | Hari ini | 50 |
![]() | Kemarin | 241 |
![]() | Pekan ini | 508 |
![]() | Pekan kemarin | 1853 |
![]() | Bulan ini | 1511 |
![]() | Bulan kemarin | 6603 |
![]() | Total | 74051 |

Copyright © 2011 by LAZIS JATENG. All Right Reserved
Designed by Azzam Teramedia

